Karburator

Penjelasan @Henkie Basuki Djayapranata di grub FB MII

Kalau mau mempelajari misalnya karburator, harus tahu dulu apa fungsi karburator. 
Karburator motor bébék misalnya, benar2 sangat sederhana, tapi karburator seperti Interplay, itu sudah rumit.

Ada jalur udara dan bensin untuk Idle, pada saat mesin Idle.
Keluarannya, di lubang berbentuk persegi panjang dengan ukuran kecil, mungkin 1mm x 0.5 mm, adanya di bawah klèp primér.

Begitu gas diinjak sedikit, maka sekarang ada jalur udara dan bensin khusus buat Slow.
Keluarannya ada di atas klép primér.

Kemudian kalau gas diinjak lagi,maka sekarang jalur udara dan bensinnya berlainan pula dan disebut jalur Main dan juga keluarannya, berada jauh di atas klép primér dengan beberapa lubang penyemprot.

Saat gas ditambah lagi, kevacuuman bertambah dan kevacuuman ini, terhubung dengan Secondary Diaphragm di silinder sékundér, yang mémbrannya, terhubung dengan mekanisme yang bisa menarik tuas klép sékundér di awali dengan menyedot udara dan bensin, melalui jalur yang lain pula, dengan keluaran di atas klép sékundér, disebut Slow Secondary
Kalau gas diinjak lagi, nah ini juga akan mengaktifkan jalur udara dan bensin tersendiri di namakan Main Secondary dan keluaran jauh di atas klép sékundér.

Untuk globalnya, bensin dari penampungan, akan meléwati Jet atau spuyer khusus buat silinder Primér dan buat silinder Sekundér.
Ini Jet atau spuyer yang sering di sebut2 angkanya antara lain 105 lah, 138 lah.

Untuk yang lain, seperti untuk Idle, Slow Primary, Main Primary, Slow Secondary, Main Secondary, itu mempunyai spuyer masing2 dengan ukuran sendiri2.

Selain fungsi di atas, juga ada Acceleration Pump, untuk akselerasi, Power Jet, kompénsasi kemiringan kendaraan, Cut Off Solenoid buat segera menghentikan aliran bensin saat kunci kontak dimatikan, mekanisme Choke, AutoChoke, Choke Breaker dan banyak lagi.

Klép primér tertutup atau tidak, tergantung RPMnya. Sebenarnya jalur campuran bensin dan udara, untuk Idle sudah ada, berupa lubang berbentuk persegi panjang, dibawah klép primér.
Jadi walaupun klép primer tertutup rapat, mesin tetap hidup.
Kalau RPM terlalu rendah, baru klép primer dibuka dan pembukaannya tergantung posisi baut Idle, yang mengganjal tuas gas.

Setelan angin di belakang karburator itu, hanya untuk menyetel perbandingan udara dan bahan bakar saat Idle saja. Untuk kecepatan berikutnya adalah Slow Speed, di mana yang menentukan Primary Slow Air Bleed, untuk Main Speed, Primary Main Air Bleed, disusul dengan Secondary Slow Air Bleed dan terakhir Secondary Main Bleed.

Kalau disederhanakan :

Saat RPM Idle, keluaran campuran, ada di dinding primer di BAWAH klep. Bahan bakar lewat spuyer utama, Primary Main Jet dan kemudian lewat Pimary Slow Jet. Udara lewat baut setelan angin, MAS, Mixture Adjusting Screw, serta spuyer Primary Slow Air Bleed.

Saat RPM di atas Idle atau pada RPM rendah, Slow RPM, keluaran campuran, ada di dinding primer di ATAS klep. Bahan bakar lewat spuyer Primary Main Jet dan spuyer Primary Slow Jet dan udara lewat spuyer Primary Slow Air Bleed..

Saat RPM tinggi, Main RPM, keluaran campuran, ada di atas, dekat mulut primer karburator dan keluar lewat nosel Primary Main Discharga Nozzle. Bahan bakar lewat spuyer Primary Main Jet dan udara lewat spuyer Primary Air Bleed.

Saat RPM lebih tinggi lagi, bagian sekunder karburator, mulai bekerja berdasarkan kevakuman tertentu, yang dikendalikan oleh membran vakum, yang keluaran campuran, ada di dinding sekunder di atas klep. Bahan bakar lewat spuyer Secondary Main Jet dan spuyer Secondary Slow Jet dan udara lewat spuyer Secondary Slow Air Bleed.

Saat RPM sangat tinggi, keluaran campuran ada di mulut karburator sekunder dan keluar melalui nozel Secondary Main Discharge Nozzle. Bahan bakar lewat spuyer Secondary Main Jet dan udara lewat spuyer Secondary Air Bleed.

Jadi, pada karburator, ada beberapa lubang keluaran yang fungsinya berlainan.

Demikian juga bisa kita lihat ada banyak spuyer dengan ber macam bentuk, seperti yang Main, yang bisa di ganti2 dengan beberapa ukuran, standarnya untuk yang primer 105? dan yang sekunder 168?, kemudian yang ukurannya sudah tetap, baik untuk udara, maupun bahan bakar.

Advertisements
This entry was posted in KARBURATOR. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s